Tim Srikandhi Raih Omzet 1 Miliar untuk Grand Petruk Jember

Malang – 2 Mei 2021 Slamet Riyadi Komisaris Utama PT Partner Sejati yang menaungi Petruk Network dan Grand Petruk Palace mengumumkan penjualan dengan omzet 1 Miliar pada April 2021. Pencapaian tersebut diraih oleh Tim Srikandi yang diketuai oleh Ibu Gandhi.

Slamet Riyadi dengan bangga memanggil Gandhi ke atas panggung dalam sela-sela acara Soft Launching Petruk Network sebagai penghormatan dan juga seremonial diberikannya reward sebesar Rp 50 Juta.

Saya senang sekali Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian. Ibu Gandi ini bulan ini saja sudah memberikan pemasukan ke perusahaan sampai 1 Miliar. Untuk itu, Saya berikan langsung, tunai, uang Rp 50 Juta untuk Ibu Gandhi dan Tim ya,”. Ujar Slamet dengan bangga.

Ditemui dalam acara yang sama, Gandhi menuturkan bahwa kunci dari kesuksesannya dengan tim adalah perencanaan yang matang dan fokus pada target.

“Intinya semua itu butuh perencanaan, fokus, dan istilahnya kita itu menebar benih ya. Kita lihat dulu kolam mana yang akan kita ambil ikan, kita lihat dulu, kita pelajari. Kita tidak tebang pilih, semua kita coba,”. Tutur Gandhi.

Strategi Marketing

Ibu Gandhi Memberikan Wejangan Atas Pencapaiannya dengan Tim Srikandhi Pada Sela-sela Acara Soft Launching Petruk Network (2/5/2021)

Perencanaan yang matang serta menghargai proses merupakan hal yang dijunjung tinggi oleh Gandhi. Berulang kali Ia sampaikan, bahwa pencapaiannya pada titik ini memakan waktu satu sampai dua bulan.

Dalam penentuan pintu masuk pada calon pembeli, Gandhi menjelaskan bahwa selama ini yang dilakukan oleh Ia dan timnya adalah, tidak menutup kemungkinan dari personal maupun korporasi.

“Strategi marketing tidak memandang dengan segi personal maupun segi korporasi. Karena ketika membicarakan korporasi akan muncul personal, dan ketika membicarakan personal akan muncul korporasi,”. Ujarnya.

Menurutnya, hal terpenting yang dilakukan saat perkenalan dengan calon pembeli adalah pengenalan produk. Karena inti dari penjualan adalah mencari titik tengah akan dua kepentingan yang ada, tanpa harus mengalahkan kepentingan dan kewajiban yang lain.

“Sangat penting bagi kami untuk memberikan informasi product knowledge  kepada calon customer. Legalitas perusahaan dan mekanisme pembayaran yang ada. Karena kita metodenya syariah, kita akad di depan. Dengan tidak memberatkan customer juga tidak merugikan perusahaan,”. Jelas Ibu dari enam orang anak tersebut.

Perjalanan penjualan properti memang tidak selalu mulus. Salah satunya adalah salah paham antara calon pelanggan dengan salah satu marketing hingga menimbulkan tarik ulur transaksi. Namun hal tersebut dapat terselesaikan dengan baik antara kedua pihak.

Pada kondisi tersebut, tentu hal pertama yang kami lakukan adalah dengan mengklarifikasi informasi yang munkin keliru dijelaskan oleh pihak tim Saya. Saya jelaskan, dan insya Allah masih membutuhkan waktu sekitar satu bulan (untuk meyakinkan agar terjadi transaksi),”.  Terang Gandhi.

Merawat Silaturahmi

Menurut Gandhi, merawat silaturahmi merupakan hal penting untuk dilakukan. Baik itu kepada pelanggan, calon pelanggan, bahkan pada pelanggan yang belum melakukan transaksi.

Jembatan yang biasa Gandi pakai untuk menyapa pelanggan adalah dengan memberikan informasi tetang progress pembangunan lahan Project Grand Petruk Palace Jember.

“Setiap ada perubahan site plan, atau informasi terbaru dari lahan, itu akan menjadi senjata untuk membuka tali silaturahmi. Kebanyakan si merespon. Dan akan kami jawab  lagi, matur nuwun Bapak, semoga Bapak segera merealisasikan transaksi di properti kami. Sehingga ada chemistry yang terus terjalin,”. Ucap Gandhi.

Gandhi juga tidak segan untuk memberikan hadiah kepada para pelanggan,baik berupa souvenir maupun hadiah-hadiah yang disukai oleh seorang tersebut.

Memilih lebih aktif dan tidak menunggu merupakan salah satu tips dari Gandhi dalam menjalankan silaturahmi bisnis. Ia juga menghimbau kepada timnya agar melakukan hal yang sama.

Biasanya, jika sapaan Gandhi melalui timnya berbuah baik dengan balasan berupa pertanyaan, Tim Srikandhi akan mengirim pertanyaan tersebut kepada Gandhi dan meneruskan jawabannya pada pelanggan.

“Jadi biasanya ada pertanyaan, dikirim ke saya, dan jawaban dari saya akan di forward ke calon pembeli, kalau ada yang tidak mereka (Tim Srikandhi) pahami,”. Imbuhnya.

Memaksimalkan Potensi

Gandhi juga menjelaskan mengenai memaksimalkan potensi pada para pelanggannya. Setelah terjadi transaksi, adakan pendekatan. Mungkin bisa diajak sebagai marketing freelance, atau tambahan sumber informasi. Dan tidak menutup kemungkinan bisa memberikan calon pelangan baru untuknya. 

“Jadi apapun itu, siapa pun itu akan berpotensi secara maksimal saat kita bisa memaksimalkan apa yang bisa kita lihat dari rekan ataupun yang membeli produk kita. Intinya jangan selesai di satu titik,”.

Ia memberi salah satu contohnya. Pernah ada pembeli,  membeli secara personal. Karena pelayanan yang maksimal, tidak disangka ternyata pembeli tadi menawarkan properti Grand Petruk Palace kepada saudaranya juga.

Di umurnya yang genap 43 tahun, Gandhi tidak hanya aktif dalam dunia penjualan properti. Ia juga tergabung sebagai leader di salah satu perusahaan penjualan produk berbagai tempat makanan dan minuman, Moorelife.

Ia juga aktif di Komunitas Line Dance Jember yang pada tiap tahunnya merayakan hari ibu dengan 100 orang undangan, serta turut mengundang berbagai kalangan penting di Jember.

Rencananya ke depan ingin menggabungkan Grand Petruk Palace, Moorelife dan juga Line Dance Jember dalam suatu acara. Untuk lebih jelasnya dalam bentuk apa, Gandhi mengaku bahwa hal tersebut masih dalam proses perencanaan untuk ke depannya.

Untuk Tipe Besar di Grand Petruk Palace Project Pakis dan Jabung